Rabu, 17 April 2013

Passive Voice


Passive voice merupakan ungkapan kalimat pasif. Dalam bentuk pasif subjek yang dikenai pekerjaan sedangkan dalam bentuk aktif subjeklah yang melakukan perbuatan. Dalam membentuk kalimat pasif yang harus kita lakukan adalah mengubah to be dan mengganti kata kerja ke dalam bentuk ketiga/V3.

Ada beberapa bentuk umum yang sering digunakan dalam membentuk passive voice. Yang membedakan adalah waktu berlangsungnya kejadian yang diterangkan, sudah terjadi, sedang terjadi atau akan terjadi.

Yang paling penting di ingat sebelum kita mencoba membuat passive voice dan kalimat ungkapan lainnya adalah penggunaan to be pada objek.
I (am/was, have/had) / khusus
He, she, it ( is/was, has/had) /tunggal
They, we, you (are/were, have/had) / jamak

PRESENT
1. Simple Present Tense
S + IS/AM/ARE + V 3
Contohnya:
1.      I am called by the teacher
2.      Maya is drawn a mountain
3.      I am seen the house on the hill
2. Present Continuous Tense
S + AM/IS/ARE + BEING + V 3
Contohnya:
1.      I am being called by the teacher
2.      Maya is being drawn a mountain
3.      I am being seen the house on the hill
3. Present Perfect Tense
S + HAVE/HAS + BEEN + V 3
Contohnya:
1.      I have been called by the teacher
2.      Maya has been drawn a mountain
3.      I have been seen the house on the hill
4. Present Perfect Continuous Tense
S + HAS/HAVE + BEEN + BEING + V 3
Contohnya:
1.      I have been being called by the teacher
2.      Maya has been being drawn a mountain
3.      I have been being seen the house on the hill
PAST
1. Simple Past Tense
S + WAS/WERE + V 3
Contohnya:
1.      We were called by the teacher
2.      Maya was drawn a mountain
3.      I was seen the house on the hill
2. Past Continuous Tense
S + WAS/WERE + BEING + V 3
Contohnya:
1.      We were being called by the teacher
2.      Maya was being drawn a mountain
3.      I was being seen the house on the hill
3. Past Perfect Tense
S + HAD + BEEN + V 3
Contohnya:
1.      I had been called by the teacher
2.      Maya had been drawn a mountain
3.      I had been seen the house on the hill
4. Past Perfect Continuous Tense
S + HAD + BEEN + BEING + V 3
Contohnya:
1.      I had been being called by the teacher
2.      Maya had been being drawn a mountain
3.      I had been being seen the house on the hill
FUTURE
1. Simple Future Tense
S + WILL + BE + V 3
Contohnya:
1.      I will be called by the teacher
2.      Maya will be drawn a mountain
3.      I will be seen the house on the hill
2. Future Continuous Tense
S + WILL + BE + BEING + V 3
Contohnya:
1.      I will be being called by the teacher
2.      Maya will be being drawn a mountain
3.      I will be being seen the house on the hill
3. Future Perfect Tense
S + WILL + HAVE + BEEN + V 3
Contohnya:
1.      I will have been called by the teacher
2.      Maya will have been drawn a mountain
3.      I will have been seen the house on the hill
4. Future Perfect Continuous Tense
S + WILL + HAVE + BEEN +BEING + V 3
Contohnya:
1.      I will have been being called by the teacher
2.      Maya will have been being drawn a mountain
3.      I will have been being seen the house on the hill

ACTIVE

Simple Present Tense
Aktif (S+V1+O) = Dara cook a noodle

Present Continous Tense
Aktif (S + is/am/are + Ving) = Dara is cooking a noodle

Present Perfect Tense
Aktif (S + has/have + V3) = Dara has cooked a noodle

Present Perfect Continuous Tense
Aktif (S + has/have + been + Ving) = Dara has been cooking a noodle

Simple Past Tense
Aktif (S + V2 + O) = Dara cooked a noodle

Past Continuous Tense 
Aktif (S + was/were + Ving) = Dara was cooking a noodle

Past Perfect Tense
Aktif (S + had + V3) = Dara has cooked a noodle

Past Perfect Continuous Tense
Aktif (S + had + been + Ving) = Dara had been cooking a noodle

Simple Future Tense
Aktif (S + will + V1 + O) = Dara will cook a noodle

Future Continuous Tense
Aktif (S + will + be + Ving) = Dara will be cooking a noodle

Future Perfect Tense
Aktif (S + will + have + V3) = Dara will have cooked a noodle

Future Perfect Continuous Tense
Aktif (S + will + have + been + Ving) = Dara will have been cooking a noodle

Kamis, 11 April 2013

Menganalisis Planning Suatu Toko

Disini saya akan menganalisis sebuah toko pakaian yang berada di wilayah Limus Pratama Bekasi. Toko ini menjual pakaian,sepatu perempuan dan laki-laki untuk orang dewasa tapi lebih dominan ke pakaian perempuan .

Visi dari toko ini, yang dimaksud visi itu sendiri adalah cita-cita di masa yang akan datang untuk toko itu sendiri. Visi itu sendiri adalah usahanya terkenal sampai luar kota dan memiliki outlet-outlet di luar kota dan seluruh Indonesia.

Misi adalah upaya kongkrit untuk mencapai visi itu sendiri.
Misi atau usaha yang sudah dilakukan adalah pertama membuka pembelian secara secara online, dari sinilah peluang muncul jika barang banyak disenangi oleh orang dan orang tidak kecewa dan barang yang dijual selalu diupgrade sesuai dengan mode yang sedang trend .
Yang kedua membuka cabang di beda tempat tapi masih di satu kota.
Yang ketiga selalu menjual barang-barang yang sesuai trend atau mode .

Kamis, 04 April 2013

Cerita Rakyat : LUTUNG KASARUNG dalam Bahasa Inggris

Long time ago, lived in a kingdom a king called Prabu Tapa Agung. He was an old king. He had two daughters, Purbararang and Purbasari. Prabu Tapa Agung planned to retire as a king. He wanted Purbasari to replace him as the leader that another daughter named Purbararang, was angry. You cannot choose her to be the queen, father. Im older than her. It's should be me, not her! said Purbararang to be the ext queen. Then Purbararang and Indrajaya, her boyfriend went to a witch and asked her to put a spell on Purbasari. Later, Purbasari had bad skin. There were black dots over her body. You are not as beautiful as i am. You cannot be the queen. You have to leave this palace and stay in a jungle, said Purbararang. Purbasari was very sad. Now she had to stay in the jungle. One day in the jungle, she met a monkey that different with the other he had magical power. And he also could talk with humans. The monkey named Lutung Kasarung. Lutung Kasarung plan to help Purbasari. He bring Purbasari into a small lake and asked her to take a bath there. Amazingly, her bad skin was cured. Now she got her beautiful skin again. The king then measured his daughters hair. Purbasari had longer hair. But Purbararang did not give up. "A queen must haveva handsome husband. If my boyfriend is more handsome than yours, then i will be the queen, said Purbararang. Purbasari was sad. She knew Purbararang's fiance, indrajaya, was handsome. And she did not have a fiance yet. "Here is my fiance,indrajaya. Where is yours? " asked Purbararang. Lutung Kasarung came forward. "Your fiance is a monkey, ha ha ha". Suddenly, Lutung Kasarung changed into a very a handsome man. He was even more handsome than Indrajaya. Purbasari then became the queen. She forgove Purbararang and her fiance and let them stay in the palace.

Selasa, 26 Maret 2013

Conditional Sentences ( Kalimat Pengandaian )

Conditional Sentence
adalah kalimat bersyarat atau sering disebut kalimat pengandaian. Kalimat pengandaikan digunakan untuk mengandai-andai suatu kegiatan.
ada 3 type Conditional Sentences :
1. Future Conditional 
    It expresses that something may happen in the future ( untuk menyatakan sesuatu dapat terjadi dimasa yang akan datang )
Form :
 If + Subject + Verb 1 / Subject + Will + Verb 1
                                         Can 
                                          May

Example :
if you beat the wall you will bleed
( jika kamu memukul tembok itu maka kamu akan berdarah )
If you run you will fall
( jika kamu berlari kamu akan jatuh )
If i work hard i will get the money
( Jika saya bekerja dengan keras saya akan mendapatkan uang  )

2. Present Conditional 
    It expresses a hope or expectation that contradicts to what is happening now or in the future ( Ini mengungkapkan harapan atau harapan yang bertentangan dengan apa yang terjadi sekarang atau di masa depan )
Form :
If + Subject + Verb 2 / Subject + Would + Verb 1
                                      Could
                                      Might
Example :
1.if you beat the wall you would bleed
( jika kamu memukul tembok itu maka kamu akan berdarah )
2.If you ran you would fall
( jika kamu berlari kamu akan jatuh )
3. If i worked hard i would get the money
( Jika saya bekerja dengan keras saya akan mendapatkan uang  )

Fact : 
1. you dont beat
2. you dont ran
3. i dont worked hard

3. Past Conditional 
    It expresses a hope or expectation that contradicts to what already happened in the past ( Ini mengungkapkan harapan atau harapan yang bertentangan dengan apa yang telah terjadi di masa lalu )
Form :
If + Subject + Had + Verb 3 / Subject + Would + Have + Verb 3
                                   Could
                                   Might
Example : 

1.if you had beaten the wall you would have bled
( jika kamu memukul tembok itu maka kamu akan berdarah )
2. If you had run you would have fallen
( jika kamu berlari kamu akan jatuh )
3. If i had  wrought hard i would have got the money
( Jika saya bekerja dengan keras saya akan mendapatkan uang  )

Fact : 
1. you dont beat
2. you dont run
3. i dont worked hard

Senin, 18 Maret 2013

ANALISIS JENIS USAHA

Sebuah tempat makan yang berbahan dasar daging sapi (BAKSO) yang berada di kawasan Bantar Gebang Bekasi yang cukup familiar di telinga masyarakat karena ukurannya yang besar lain dari pada yang lain di daerah tersebut.

1. Analisis Lingkungan : Lingkungan apa saja yang terdapat di sekitarnya , lingkungan yang mempengaruhi dan tidak mempengaruhi usaha tersebut?
Jawab : Lingkungan yang terdapat di tempat tersebut cukup strategis yaitu berada di samping Pasar Bantar Gebang,tapat di depan Pasar Bantar Gebang ada sebuah Kantor Kecamatan dan Kantor Polisi,dan disamping kiri dari tempat tersebut ada sebuah Perusahaan Garment,di sebelah kanan yaitu sebuah perempatan.
Lingkungan yang mempengaruhi tempat usaha : - Karyawan Perusahaan yang akan makan siang ,- Pembeli dan penjual dari Pasar, - Karyawan dari Kantor Kecamatan, - Karyawan Kantor Polisi dan masih banyak lagi.
Lingkungan yang Tidak Mempengaruhi Tempat Usaha : - Pada saat adanya demo , - Razia kendaraan,- dan orang-orang yang sudah tidak asing lagi dengan bakso tersebut.

2. Kekuatan Dan Kelemahan dari Tempat Usaha tersebut :

- Kelemahan : - Pegawai yang terlalu sedikit, - Tempat menjualnya terlalu sempit dan kecil, - Terkadang Stocknya tidak memadai, - Tempat Parkir yang kecil untuk mobil tidak bisa parkir, - Pelayanannya yang lamban.
- Kekuatan : - Kualitas dari makanan tersebut, - Pelayannya cukup ramah, - Harga terjangkau, - Digemari dari berbagai kalangan, - Tempatnya bersih .

3. Peluang dan Ancaman :

- Peluang : - Merekrut kembali pegawai, - Membuka tempat parkir yang lebih besar, - Jika pegawai sudah direkrut Stocknya ditambah, - Tempat Usaha tersebut diperbesar dan diperluas, - Memberikan motivasi seperti pelatihan agar pegawai semangat, - menginovasi kembali makanan yg telah ada agar berbeda dari yang lain dan bisa menjadi pemikat bagi masyarakat,- Membuka cabang agar lebih terkenal.
- Ancaman : - Pedagang bakso yang berkeliling, - Pedagang bakso yang berada dekat dengan tempat usaha tersebut,- Pedagang bakso yg lebih berinovasi disekitarnya, - Harga daging yg tinggi .

Kamis, 27 Desember 2012

SEGMENTASI

Segmentasi adalah salah satu aktivitas perusahaan yang dilakukan untuk membagi atau mengelompokan pasar yang tadinya beragam menjadi dimana setiap kelompok itu menjadi sama.
contoh dari produk perusahaan P&G :























PT P&G sudah melakukan segmentasi karena tanggal 1 Juli 2007, operasi P&G dikategorikan dalam tiga "Global Business Units" (unit-unit bisnis global). Setiap Global Business Unit dibagi lagi menjadi beberapa "Business Segments", sebagaimana yang tertera dalam rilis pendapatan perusahaan bulan Maret 2009.

  • Beauty & Grooming
    • Beauty segment
    • Grooming segment
  • Household Care
    • Baby Care and Family Care segment
    • Fabric Care and Home Care segment
  • Health and Well-Being
    • Health Care segment
    • Snacks and Pet Care segment


Lingkungan Pemasaran

Lingkungan Pemasaran adalah Lingkungan Pemasaran adalah lingkungan perusahaan yang terdiri dari pelaku dan kekuatan di luar pemasaran yang mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang berhasil dengan pelanggan sasaran. 
Lingkungan pemasaran dibagi dua yaitu lingkungan ekstern dan intern.
Lingkungan ekstern untuk mengetahui ancaman dan peluang dan lingkungan intern untuk mengetahui ancaman dan kelemahan .
Dibawah ini adalah contoh kasusnya :

Berikut ini saya akan menampilkan contoh dari Perusahaan P&G dengan analisis Lingkungan Internal dan Eksternalnya serta analisis lain yang berkaitan dengan lingkungan perusahaan. Untuk apa analisis ini?? Analisis Lingkungan digunakan untuk sebuah perusahaan dalam memetakkan keberadaanya di lingkungan bisnisnya, sehingga mampu memanfaatkanya atau mengambil celah yang ada untuk meraih pangsa pasar.


Analisis Lingkungan Internal
Analisis Lingkungan Internal itu berkaitan dengan Kekuatan dan Kelemahan dari kondisi Internal Perusahaan.
STRENGHT (KEKUATAN)
Sebagai perusahaan multinational corporation, PT P&G memiliki beragam keunggulan internal perusahaan yang dapat meningkatkan nilai perusahaan, yaitu sebagai berikut:
  1. Mempekerjakan pekerja lokal, agar dapat membidik pasar lokal.
  2. Material atau bahan baku PT P&G didapatkan dari berbagai belahan dunia.
  3. Selalu melakukan analisis ketidakpastian untuk branding produk baru.
  4. Melakukan riset operasi untuk menjadikan inventory perusahaan agar lebih dinamis.
  5. P&G bersedia mengutamakan insight langsung dari konsumen, dengan selalu memperhatikan keinginan konsumen dan berusaha melakukan development sesuai dengan kebutuhan konsumen mereka.
  6. Mengembangkan model simulasi design organisasi sebuah perusahaan.
  7. Memiliki diferensiasi produk yang beragam dan berbeda dari brand-brand lain.
  8. Menciptakan diversifikasi produk dimana tidak hanya mengeluarkan produk kecantikan dan perawatan tubuh, tetapi juga menciptakan produk-produk makanan, sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan.
  9. Keunggulan dibidang pemasaran adalah PT P&G memiliki konsep pemasaran yang baik, salah satu strategi yang digunakan adalah Word of Mouth marketing yang terdiri dari 3 step yaitu: Do TalkingDo PromotingDo the Selling
  10. Sistem manajemen yang membebaskan pekerja untuk berinovasi baik secara individual maupun kelompok.
  11. Melakukan Research and Development yang baik dalam mengembangkan produk-produknya.
  12. Melakukan manajemen pemasaran yang fokus pada pemasaran lokal untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat.
  13. Menekankan pada pengontrolan dan pengawasan dalam lingkup kecil baik per level, tim kerja maupun individu.
  14. Memiliki teknologi canggih dalam pengembangan produk.

WEAKNESS (KELEMAHAN)
PT P&G memiliki kelemahan dalam hal manajemen pada setiap lini produknya, karena PT P&G memiliki cukup banyak diversifikasi produk, maka dalam pembagian manajemen juga mengalami cukup banyak kendala, selain membutuhkan control management atau pengawasan yang sulit, biaya yang ditimbulkan oleh perusahaan dalam hal beban gaji  bagi tenaga kerja yang sangat besar juga membuat pembengkakan biaya operasional perusahaan.PT P&G menciptakan beragam inovasi untuk memenuhi permintaan konsumennya, akan tetapi PT P&G melupakan satu hal bahwa perusahaan-perusahaan lain yang sejenis juga tidak kalah dalam melakukan inovasi yang lebih beragam, sehingga PT P&G di mata konsumen tidak dipandang sebagai perusahaan yang paling inovatif.

Analisis Lingkungan Eksternal

OPPORTUNITY (PELUANG)
Dengan menciptakan diferensiasi dan diversifikasi pada produk-produknya, maka PT P&G mampu memperluas pangsa pasarnya di seluruh dunia. Luasnya pangsa pasar perusahaan, tentu saja akan meningkatkan nilai perusahaan yang akan menguntungkan perusahaan juga menguntungkan pemegang saham karena kenaikan EPS (Earning Per Share) nya.

THREATS (ANCAMAN)
Dengan menciptakan beragam produk yang bervariasi, tidak menjadikan PT P&G sebagai perusahaan yang menguasai pasar secara keseluruhan, bahkan semakin banyak perusahaan lain menciptakan inovasi-inovasi produk yang hampir sama atau lebih inovatif dengan produk yang diciptakan P&G, hal ini membuat P&G harus selalu dan secara terus-menerus melakukan inovasi terbaru agar tidak kehilangan konsumennya.
Selain itu, ancaman produk-produk palsu yang menggunakan merek P&G sebagai label, namun dengan harga yang sangat murah, dan tentu saja sangat jauh dari standar kualitas, hal itu membuat P&G merasakan ancaman kehilangan konsumen yang loyal terhadap produk perusahaan, atau bahkan perusahaan dapat kehilangan nama baiknya dan mengurangi eksistensi P&G.

Analisis Pelanggan
Ketika seseorang memilih suatu produk, yang pasti terpikirkan adalah kualitas dari produk tersebut. P&G menempatkan mutu sebagai ujung tombak pasar dalam masyarakat. P&G System merupakan landasan kebijakan P&G terhadap pengawasan mutu - yang memotivasi P&G Indonesia untuk bertindak memenuhi dan bahkan melampaui berbagai standar kualitas, baik itu merupakan standar internasional maupun standar yang ditetapkan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku di Industri makanan dan minuman.
P&G  merombak cara product design and development-nya, dengan lebih mengutamakan insight langsung dari konsumen. Jika semula mereka mengandalkan focus group discussion untuk menggali insight dari konsumen, P&G kemudian menggunakan  dua cara, yaitu Living It dan Working ItLiving It adalah cara di mana para market researchertinggal bersama konsumen selama beberapa hari untuk menggali pengalaman mereka dalam menggunakan produk-produk yang sudah ada, untuk kemudian mengambil insight tersebut sebagai dasar pengembangan produk baru. Banyak produk yang sudah ada memiliki kelemahan tertentu yang dapat diatasi dengan inovasi yang sederhana. SedangkanWorking it berarti para market researcher terjun ke toko-toko untuk melihat bagaimana konsumen membandingkan produk mereka dengan produk kompetitor, dan apa yang ada di pikiran konsumen selama proses pemilihan tersebut. 

Analisis Pesaing
Selain pelanggan, P&G juga memiliki cukup banyak pesaing. Dalam hal ini, P&G telah mengidentifikasi lima kekuatan yang menentukan daya tarik laba jangka panjang intrinsik pasar atau segmen pasar tertentu :

Ancaman persaingan segmen yang ketat. 
Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika ia telah memiliki pesaing yang banyak, kuat, atau agresif. Ia bahkan menjadi lbih tidak menarik jika segmen tersebut stabil atau menurun, penambahan kapasitas pabrik dilakukan secara besar-besaran, biaya tetap tinggi, hambatan keluar besar, atau pesaing memiliki kepentingan yang besar untuk tinggal di dalam segmen tersebut. Kondisi itu akan menyebabkan sering terjadinya perang harga, perang iklan, dan pengenalan produk baru sehingga akan menjadi sangat mahal bagi perusahaan untuk bersaing.

Ancaman pendatang baru. 
Daya tarik segmen berbeda-beda menurut tingginya hambatan untuk masuk dan keluarnya. Segmen yang paling menarik adalah segmen yang memiliki hambatan untuk masuk yang tinggi dan hambatan untuk keluar yang rendah. Sedikit perusahaan baru yang dapat memasuki industri, dan perusahaan yang berkinerja buruk dapat dengan mudah keluar. Kasus terburuk adalah jika hambatan untuk masuk rendah dan hambatan untuk keluar tinggi. Perusahaan akan masuk dalam situasi yang menguntungkan, namun sulit untuk keluar dari situasi buruk. Akibatnya adalah terjadinya kelebihan kapasitas yang kronis dan penurunan harga dari penghasilan bagi semua pihak.

Ancaman produk substitusi. 
Substitusi membatasi harga dan laba. Perusahaan harus memantau secara dekat tren harga produk substitusi. Jika kemajuan teknologi atau persaingan meningkat di industri substitusi tersebut, harga dan laba dalam segmen tersebut cenderung menurun.

Ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pembeli. 
Bargaining Power berkembang jika merekalebih terkonsentrasi atau terorganisasi, produk tersebut merupakan bagian yang signifikan dari biaya pembeli, produk tersebut tidk terdiferensiasi, biaya perpindahan ke pemasok/produk lain rendah, pembeli peka terhadap harga karena laba yang rendah, atau pembeli dapat melakukan integrasi ke hulu.

Ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pemasok. 
Para pemasok cenderung menjadi kuat jika mereka terkonsentrasi atau terorganisasi, terdapat sedikit substitusi, produk yang dipasok merupakan input yang penting, biaya berpindah pemasok tinggi, dan pemasok dapat melakukan integrasi ke hilir.